
Menetralkan gigi (N) saat turunan bikin irit BBM adalah salah satu mitos yang masih dipercaya banyak pengemudi hingga saat ini. Praktik gigi netral di turunan sebenarnya sudah ada sejak era kendaraan jadul dengan sistem karburator, tapi apakah masih relevan untuk mobil modern? Mari kita kupas tuntas fakta di balik kebiasaan yang ternyata bisa membahayakan keselamatan berkendara ini.
Kebiasaan menetralkan gigi saat turunan memang bukan tanpa alasan. Dulu, di era mobil karburator tahun 80-90an, praktik ini sempat dianggap bisa menghemat bahan bakar. Logikanya sederhana: saat gigi di posisi netral dan mesin hanya dalam kondisi idle, konsumsi bensin memang lebih sedikit ketimbang saat mesin terhubung dengan transmisi.
Banyak pengemudi senior yang sudah terbiasa melakukan ini puluhan tahun lalu dan menurunkan kebiasaan tersebut ke generasi berikutnya. Namun, perkembangan teknologi otomotif telah mengubah segalanya. Apa yang berhasil di masa lalu belum tentu tepat untuk kondisi saat ini.

Mobil-mobil keluaran tahun 2000-an ke atas sudah menggunakan sistem injeksi elektronik yang jauh lebih canggih. Sistem Engine Control Unit (ECU) pada mobil modern dirancang untuk mengatur pasokan bahan bakar secara otomatis dan efisien dalam berbagai kondisi berkendara.
Ketika kamu menurunkan mobil dengan gigi masih tersambung (engine braking), ECU justru menghentikan atau mengurangi drastis injeksi bahan bakar ke mesin. Kenapa? Karena momentum turunan dan putaran roda yang terhubung ke transmisi sudah cukup untuk menjaga mesin tetap hidup tanpa perlu bahan bakar tambahan. Inilah yang disebut dengan fuel cut-off.
Sebaliknya, saat gigi dinetralkan di turunan, mesin kehilangan koneksi dengan roda dan ECU harus tetap menyuplai bahan bakar agar mesin tidak mati. Meski dalam posisi idle, tetap ada konsumsi bensin untuk menjaga putaran mesin. Jadi secara teknis, menetralkan gigi saat turunan pada mobil modern justru lebih boros, bukan lebih irit.

Selain soal efisiensi bahan bakar, ada aspek keselamatan yang jauh lebih krusial. Saat gigi berada di posisi netral, kamu kehilangan kontrol penuh atas kendaraan. Engine braking yang seharusnya membantu memperlambat laju mobil tidak berfungsi, sehingga kamu hanya mengandalkan rem kaki.
Bayangkan jika turunannya panjang dan curam. Rem yang terus-menerus diinjak akan mengalami overheating atau yang dikenal dengan istilah brake fade. Kondisi ini membuat performa pengereman menurun drastis, bahkan bisa hilang sama sekali. Ini sangat berbahaya, terutama di jalur pegunungan atau turunan terjal.
Selain itu, respons mobil juga menjadi lebih lambat. Jika tiba-tiba ada situasi darurat yang mengharuskan kamu mempercepat kendaraan, kamu harus memasukkan gigi dulu, dan itu membuang waktu berharga. Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, detik-detik tersebut bisa menentukan selamat atau tidaknya kamu dan penumpang.

Sebagian besar pabrikan mobil modern secara eksplisit menyarankan pengemudi untuk tidak menetralkan gigi saat berkendara di turunan. Dalam manual book, biasanya dijelaskan bahwa penggunaan engine braking (menurunkan gigi untuk menahan laju kendaraan) adalah teknik yang direkomendasikan.
Mekanik dan teknisi berpengalaman juga sependapat. Mereka menegaskan bahwa menetralkan gigi di turunan tidak hanya tidak menghemat bahan bakar di mobil modern, tapi juga bisa mempercepat keausan komponen rem karena beban kerja yang lebih berat.
Bahkan beberapa negara maju memasukkan larangan praktik ini dalam aturan berkendara mereka. Di Inggris misalnya, menetralkan gigi saat turunan (coasting) dianggap sebagai pelanggaran karena mengurangi kontrol terhadap kendaraan. (sumber)

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menuruni jalan dengan aman dan efisien? Pertama, pilih gigi yang sesuai dengan kemiringan dan panjang turunan. Untuk turunan landai, gigi 3 atau 4 biasanya cukup. Untuk turunan yang lebih curam, gunakan gigi 2 atau bahkan gigi 1 agar engine braking lebih maksimal.
Kombinasikan engine braking dengan rem kaki secukupnya. Jangan hanya mengandalkan salah satunya. Teknik ini akan menjaga suhu rem tetap stabil dan memberikan kontrol optimal terhadap kendaraan.
Untuk mobil dengan transmisi otomatis, kamu bisa memanfaatkan mode manual (jika ada) atau pindah ke posisi L (Low) atau 2 untuk mendapatkan efek engine braking. Jangan ragu menggunakan fitur ini karena memang dirancang untuk kondisi seperti ini.
Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, karena di turunan, jarak pengereman biasanya lebih panjang. Antisipasi kondisi jalan dan siapkan mental untuk kemungkinan-kemungkinan tak terduga.

Selain menetralkan gigi di turunan, ada beberapa mitos lain tentang penghematan bahan bakar yang perlu diluruskan. Misalnya, anggapan bahwa mematikan AC bisa menghemat bensin secara signifikan. Faktanya, pada kecepatan tinggi di jalan tol, membuka jendela justru menciptakan hambatan angin yang membuat konsumsi BBM lebih boros dibanding menyalakan AC.
Ada juga yang percaya bahwa mengisi bensin di pagi hari lebih untung karena volume bensin lebih banyak saat suhu dingin. Secara teori memang benar, tapi perbedaannya sangat kecil dan tidak signifikan untuk konsumen biasa.
Yang benar-benar berpengaruh pada efisiensi bahan bakar adalah gaya berkendara. Akselerasi yang halus, menjaga kecepatan konstan, menghindari beban berlebih, dan perawatan rutin jauh lebih efektif menghemat BBM dibanding trik-trik yang belum tentu kebenarannya.

Berbicara soal efisiensi, perawatan kendaraan yang tepat justru lebih berdampak nyata. Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang kempes meningkatkan hambatan gulir dan membuat mesin bekerja lebih keras.
Ganti oli mesin secara berkala sesuai jadwal. Oli yang sudah kotor menurunkan performa mesin dan membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Jangan lupa juga membersihkan filter udara dan filter bensin secara rutin.
Gunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai spesifikasi mobil kamu. Menggunakan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi bisa menyebabkan knocking dan merusak mesin dalam jangka panjang.
Jadi, apakah menetralkan gigi saat turunan bikin irit BBM? Jawabannya adalah MITOS untuk mobil modern. Praktik ini tidak hanya tidak menghemat bahan bakar, tapi juga membahayakan keselamatan berkendara kamu dan orang lain di jalan.
Teknologi sudah berkembang pesat, dan cara berkendara kita juga harus menyesuaikan. Gunakan engine braking, jaga gigi tetap tersambung, dan percayakan sistem modern di mobil kamu untuk bekerja secara optimal.
Berkendara aman bukan hanya soal teknik, tapi juga tentang memilih kendaraan yang tepat dan terawat. Jika kamu sedang merencanakan perjalanan jauh atau butuh mobil untuk keperluan tertentu, pertimbangkan untuk sewa mobil di Harent. Dengan armada yang terawat dan pilihan kendaraan modern yang lengkap, kamu bisa berkendara dengan nyaman tanpa khawatir soal performa dan keselamatan. Harent siap menemani setiap perjalanan kamu dengan layanan profesional dan harga yang kompetitif. Hubungi Harent sekarang dan rasakan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan!
Saat ini belum ada komentar