menu expand_more
search
close

Hotline
(021) 56977708

Whatsapp
081119027888

Kantor Pusat
Jl. Raya Daan Mogo..

Beranda » Kendaraan » Jenis Kendaraan » Darion EV: Layak Dibeli atau Cukup Dicoba Dulu?

Darion EV: Layak Dibeli atau Cukup Dicoba Dulu?

  • account_circle
  • calendar_month 27 April 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Kelebihan dan kekurangan Darion EV adalah topik yang paling banyak dicari sejak Wuling resmi meluncurkan MPV listrik ini di akhir 2025. Wajar saja, karena Darion EV datang dengan harga early bird Rp 356 juta dan klaim jarak tempuh 540 km per sekali charge. Buat kamu yang lagi mempertimbangkan beli mobil listrik pertama atau upgrade kendaraan keluarga, artikel ini hadir pas banget waktunya.

Tapi sebelum kamu langsung kalap dan booking, ada baiknya kita bedah dulu apa yang benar-benar ditawarkan Wuling Darion EV dan bagian mana yang perlu kamu cermati lebih teliti.

Sekilas Tentang Wuling Darion EV

Darion EV adalah MPV listrik 7 penumpang buatan Wuling Motors yang resmi hadir di Indonesia pada 5 November 2025. Nama Darion sendiri diambil dari frasa “Dari Indonesia” sebagai bentuk komitmen Wuling terhadap pasar lokal.

Mobil ini hadir dalam dua varian: CE seharga Rp 399 juta dan EX seharga Rp 459 juta (harga berlaku per Januari 2026 area Jakarta). Dimensinya cukup bongsor: panjang 4.910 mm, lebar 1.850 mm, dan wheelbase 2.910 mm. Ukuran ini mendekati Toyota Alphard, tapi dibanderol jauh lebih terjangkau.

Kelebihan Darion EV yang Bikin Kepincut

darion EV

1. Jarak Tempuh 540 KM Sekali Charge

Ini yang paling menjual. Darion EV dibekali baterai LFP 69,2 kWh yang mampu menempuh 540 km berdasarkan standar CLTC. Untuk konteks sehari-hari, Jakarta ke Surabaya sekitar 770 km, artinya kamu cukup satu kali berhenti untuk ngecas. Buat commuter harian di Jabodetabek, ini lebih dari cukup untuk seminggu penuh tanpa perlu mampir ke charging station.

2. Biaya Operasional Jauh Lebih Hemat

Konsumsi energi Darion EV hanya sekitar 12,8 kWh per 100 km. Kalau kamu ngecas di rumah dengan tarif listrik PLN, biaya per kilometer-nya bisa di bawah Rp 200. Bandingkan dengan MPV bensin 2.000 cc yang bisa menghabiskan Rp 700 sampai Rp 1.000 per km. Dalam setahun, selisihnya bisa cukup untuk liburan keluarga ke Bali pulang pergi.

3. Performa Mesin yang Responsif

Motor listriknya menghasilkan tenaga 201 hp dengan torsi 310 Nm. Buat MPV 7 penumpang, ini termasuk kencang. Akselerasi terasa spontan tanpa lag, terutama saat menyalip di jalan tol. Karakter torsi instan dari motor listrik membuat berkendara terasa lebih segar dibanding MPV konvensional di kelas yang sama.

4. Fitur Teknologi yang Serius

Darion EV tidak pelit soal teknologi. Beberapa fitur unggulan yang hadir di dalamnya:

  • Head unit 12,8 inci dengan Ling OS yang mendukung perintah suara dan konektivitas smartphone
  • Kamera 360 derajat untuk parkir yang nyaman meski dimensinya besar
  • ADAS Level 2 (varian EX) termasuk adaptive cruise control dan lane keeping assist
  • Fitur V2L (Vehicle-to-Load) 3,3 kW yang bisa mengubah mobil jadi sumber listrik darurat saat outdoor atau mati lampu

5. Fast Charging 30 Menit Untuk 30-80 Persen

Dengan dukungan DC Fast Charging CCS2, mengisi baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya butuh sekitar 30 menit. Ini jadi solusi praktis kalau kamu perlu recharge cepat di tengah perjalanan. Jaringan SPKLU di kota besar sudah semakin mudah ditemukan, terutama di mal dan rest area jalan tol.

6. Kabin Lapang dan Konfigurasi 7 Kursi

Baris kedua Darion EV dirancang lega dengan ventilasi kursi belakang, sebuah fitur yang cukup langka di harga segini. Kapasitas bagasi mencapai 1.202 liter, cukup untuk membawa koper keluarga saat liburan panjang. Sunroof panoramik di varian EX menambah kesan kabin yang terbuka dan tidak pengap.

Kekurangan Darion EV yang Perlu Kamu Tahu

darion EV

1. Desain Eksterior yang Boxy dan Kurang Aerodinamis

Tidak semua orang cocok dengan tampilan kotak alias boxy dari Darion EV. Meski Wuling menyebutnya sebagai desain yang memaksimalkan ruang kabin, bagi sebagian orang yang mengutamakan estetika kendaraan modern, siluet ini terasa kurang dinamis dibanding MPV kompetitor yang lebih aerodinamis dan futuristis.

2. Infrastruktur Charging di Luar Kota Masih Terbatas

Walaupun jarak tempuhnya jauh, kenyataan di lapangan adalah jaringan SPKLU di Indonesia masih terkonsentrasi di kota besar. Kalau kamu sering bepergian ke daerah yang belum tercover charging publik, ini bisa jadi hambatan nyata. Perjalanan spontan ke kota-kota kecil memerlukan perencanaan ekstra yang tidak perlu kamu lakukan dengan mobil BBM.

3. Pertanyaan Soal Kualitas Material Interior

Berdasarkan track record produk Wuling sebelumnya, beberapa pengguna pernah menyoroti material interior yang terasa kurang premium di titik tertentu. Sejauh ini belum ada data jangka panjang untuk Darion EV karena mobil ini masih terbilang baru. Namun hal ini tetap layak dipertimbangkan, terutama jika kamu terbiasa dengan standar interior merek Jepang atau Eropa.

4. Baris Ketiga Kurang Ideal untuk Penumpang Dewasa

Meski klaim 7 penumpang, ruang di baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan jarak pendek. Penumpang dewasa berbadan besar kemungkinan akan merasa kurang nyaman di bagian paling belakang untuk perjalanan panjang. Ini adalah trade-off umum di MPV berukuran sedang.

5. Harga Naik Setelah Early Bird Berakhir

Harga Rp 356 juta yang tertera di gambar peluncuran adalah harga early bird untuk 1.500 pembeli pertama. Harga resmi setelah periode tersebut sudah naik ke Rp 399 juta untuk varian CE dan Rp 459 juta untuk varian EX area Jakarta per Januari 2026. Selisih ini cukup signifikan dan perlu diperhitungkan dalam pertimbanganmu.

Darion EV vs Kompetitor Terdekat

Di kisaran harga Rp 399 sampai 460 jutaan, Darion EV berhadapan langsung dengan Toyota Kijang Innova Zenix hybrid yang dibanderol sekitar Rp 417 sampai 438 jutaan. Darion unggul dari sisi teknologi baterai, fitur keselamatan, dan biaya operasional. Sementara Innova Zenix lebih unggul di sisi reputasi merek, jaringan servis yang lebih luas, dan nilai jual kembali yang lebih terprediksi.

Keputusan akhirnya tergantung prioritasmu. Kalau kamu berorientasi pada efisiensi jangka panjang dan fitur terkini, Darion EV punya argumen yang kuat. Tapi kalau kamu mengutamakan ketenangan pikiran soal servis dan resale value, merek Jepang masih punya keunggulan tersendiri.

Siapa yang Cocok Beli Darion EV?

Darion EV paling relevan untuk:

  • Profesional muda atau pasangan yang butuh MPV keluarga dengan biaya harian rendah
  • Pengguna harian di Jabodetabek atau kota besar yang punya akses charging di rumah atau kantor
  • Mereka yang sadar lingkungan dan ingin berkontribusi pada pengurangan emisi karbon

Sebaliknya, kalau kamu sering bepergian ke daerah terpencil, lebih sering membawa 7 penumpang dewasa secara rutin, atau belum punya instalasi charging di rumah, ada baiknya pertimbangkan lebih matang atau pilih varian PHEV sebagai kompromi.

Belum Siap Beli? Coba Dulu Lewat Harent

Membeli mobil seharga Rp 400 jutaan lebih bukan keputusan yang bisa dibuat dalam semalam. Dan itu wajar. Salah satu cara paling cerdas untuk mengenal Darion EV atau kendaraan lain sebelum memutuskan beli adalah dengan menyewa terlebih dahulu.

Harent hadir sebagai solusi sewa mobil yang fleksibel dan terpercaya. Dengan armada yang terawat dan proses booking yang mudah, kamu bisa merasakan langsung bagaimana rasanya berkendara dengan MPV modern tanpa harus langsung terikat cicilan puluhan tahun. Cocok juga untuk kebutuhan perjalanan bisnis, acara keluarga, atau sekadar menjajal komfort kendaraan baru sebelum komitmen lebih jauh.

Ingat, keputusan terbaik dalam memilih kendaraan selalu dimulai dari pengalaman langsung, bukan sekadar baca spesifikasi di kertas.

#satisfactionineveryride

Kesimpulan

Kelebihan dan kekurangan Darion EV pada akhirnya mencerminkan satu hal: ini adalah MPV listrik yang sangat kompetitif di kelasnya, tapi bukan tanpa catatan. Jarak tempuh 540 km, performa 201 hp, fitur ADAS Level 2, dan harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utamanya. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur charging, desain yang tidak semua orang suka, dan rekam jejak produk yang masih baru adalah pertimbangan yang tidak boleh diabaikan.

Kalau kamu belum yakin, sewa dulu di Harent dan rasakan sendiri. Karena mobil yang tepat bukan cuma yang paling canggih di atas kertas, tapi yang benar-benar cocok dengan ritme hidup kamu.

Bagikan

commentKomentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terbaik untuk Anda

voxy

Voxy

  • auto_transmission CVT
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 7 Kursi
Rp 1,7jtRp 1,5jt/12 jam
rental-mobil-pajero

Pajero Sport

  • auto_transmission Manual
  • calendar_month 2021
  • local_gas_station Solar
  • airline_seat_recline_extra 7 Kursi
Rp 2,0jtRp 1,7jt/12 jam
rental-mobil-mercy-s-class

Mercy S 450 Class

  • auto_transmission CVT
  • calendar_month 2022
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 4 Kursi
Rp 10,2jtRp 10jt/12 jam