
Pernah dengar berita mobil terbakar gara-gara charger HP? Atau mungkin kamu sendiri pernah ngerasain charger mobil atau lighter socket yang panasnya nggak wajar sampai bikin khawatir? Nah, masalah charger tidak original atau charger KW ini bukan cuma soal pengisian baterai yang lambat, tapi bisa berujung pada bahaya kebakaran yang mengancam nyawa, apalagi di ruang tertutup seperti kabin mobil.
Di Indonesia, kasus kebakaran mobil akibat charger palsu atau kabel data murahan semakin sering terjadi. Data dari Korlantas Polri mencatat bahwa sekitar 12-18% kasus kebakaran kendaraan di tahun 2024 disebabkan oleh korsleting listrik dari aksesoris elektronik, dan charger tidak original menjadi salah satu pemicu utamanya. Angka ini tentu mengkhawatirkan, apalagi banyak pengemudi yang masih menganggap sepele penggunaan charger asal-asalan di mobil.
Charger mobil original dari produsen resmi sudah melewati berbagai standar keamanan internasional seperti SNI (Standar Nasional Indonesia), CE, atau UL. Standar ini memastikan bahwa komponen di dalam charger aman digunakan dan memiliki proteksi terhadap arus berlebih, tegangan tidak stabil, hingga overheating.
Sebaliknya, charger KW atau palsu biasanya menggunakan komponen murah berkualitas rendah. Komponen seperti resistor, kapasitor, dan IC regulator yang dipakai tidak memenuhi standar keamanan. Akibatnya, charger mudah panas, bahkan bisa meledak atau memicu kebakaran saat digunakan dalam perjalanan panjang.
Sistem kelistrikan mobil menggunakan tegangan 12V DC yang berbeda dengan listrik rumah. Charger mobil harus mampu mengkonversi tegangan ini dengan stabil. Charger palsu sering gagal melakukan konversi dengan baik, sehingga menghasilkan panas berlebihan yang bisa membakar socket charger atau bahkan sekring mobil.
Kabel charger yang tidak original juga rentan masalah. Banyak kabel palsu yang menggunakan tembaga tipis atau bahkan campuran logam murahan. Ketika dialiri arus listrik di perjalanan jauh, kabel ini cepat panas dan isolasinya mudah meleleh, sehingga bisa terjadi korsleting di dalam kabin mobil.

Untuk melindungi diri dan penumpang dari risiko kebakaran mobil, kamu perlu tahu tanda-tanda charger yang berbahaya:
Charger mobil yang normal memang sedikit hangat saat dipakai, tapi kalau socket cigarette lighter atau body charger sampai panas banget hingga susah dipegang, itu tanda bahaya. Panas berlebihan menunjukkan adanya masalah pada komponen internal yang bisa memicu kebakaran di kabin.
Kalau kamu mencium bau aneh seperti plastik terbakar dari charger atau socket mobil, segera cabut dan hentikan pemakaian. Ini pertanda isolasi sudah mulai rusak dan bisa menyebabkan korsleting yang membakar interior mobil.
Charger palsu sering punya ukuran yang tidak presisi, sehingga longgar saat dipasang di socket. Kondisi ini berbahaya karena bisa menyebabkan percikan api saat mobil melewati jalan bergelombang.
Charger palsu sering membuat pengisian baterai jadi lambat atau malah cepat penuh tapi juga cepat habis. Ini karena arus listrik yang dihasilkan tidak stabil dan bisa merusak baterai HP kamu saat di perjalanan.
Charger mobil original memang lebih mahal, tapi ada alasannya. Kalau kamu nemu charger dengan harga seperempat dari harga normal, besar kemungkinan itu produk palsu yang membahayakan.
Selain risiko kebakaran, charger tidak original juga punya dampak lain yang merugikan:
Agar terhindar dari bahaya kebakaran dan kerusakan mobil, perhatikan tips berikut saat membeli charger:
Meski sudah pakai charger original, kamu juga perlu tahu cara penggunaan yang benar di mobil:
Ya, charger tidak original bisa menarik arus berlebihan yang membuat sekring putus atau merusak komponen kelistrikan mobil seperti alternator dan ECU.
Charger mobil original biasanya aman digunakan selama 2-3 tahun. Namun, jika sudah muncul tanda-tanda kerusakan seperti panas berlebihan atau socket longgar, segera ganti meski belum lama dibeli.
Tidak disarankan karena sistem kelistrikan mobil tidak stabil saat mesin mati dan bisa merusak charger atau HP. Selain itu, bisa menguras aki mobil.
Charger original memiliki komponen berkualitas, sertifikasi keamanan, proteksi lengkap, dan ukuran socket yang presisi. Charger KW biasanya mudah panas, longgar di socket, dan tidak punya proteksi keamanan.

Charger tidak original memang terlihat sebagai pilihan ekonomis, tapi risiko yang ditanggung jauh lebih besar, terutama untuk keselamatan berkendara. Mulai dari kerusakan sistem kelistrikan mobil, rusaknya perangkat elektronik, hingga bahaya kebakaran yang bisa mengancam nyawa penumpang. Investasi untuk membeli charger original adalah bentuk perlindungan terhadap keluarga dan aset kendaraan kamu.
Keselamatan memang harus jadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Kalau kamu butuh kendaraan yang aman dan nyaman dengan perawatan terjamin, sewa mobil di Harent bisa jadi solusi terbaik. Dengan armada yang terawat, aksesoris original, dan standar keselamatan tinggi, Harent siap menemani perjalanan kamu dengan tenang dan aman. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, pilih yang terbaik untuk keselamatan kamu dan keluarga di perjalanan.
Saat ini belum ada komentar