
Pernahkah Anda mengalami mobil brebet secara tiba-tiba saat melaju pelan atau baru mulai jalan? Rasanya memang cukup mengganggu, apalagi kalau sedang di tengah kemacetan atau saat parkir. Kondisi mobil brebet di RPM rendah sebenarnya cukup umum terjadi, tapi jangan dianggap sepele karena bisa jadi pertanda ada yang tidak beres dengan sistem mesin kendaraan Anda.
Brebet pada mobil di putaran mesin rendah biasanya ditandai dengan getaran tidak normal, tarikan mesin tersendat-sendat, bahkan terkadang mesin seperti mau mati. Nah, supaya Anda tidak panik dan bisa mengambil tindakan yang tepat, mari kita bahas tuntas apa saja penyebab mobil brebet saat RPM rendah dan bagaimana cara mengatasinya.
Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam, ada baiknya kita pahami dulu apa itu RPM. RPM atau Revolution Per Minute adalah satuan yang menunjukkan seberapa cepat putaran mesin kendaraan dalam satu menit. Saat mobil dalam kondisi idle atau diam, RPM biasanya berada di kisaran 600-800 putaran per menit. Ketika RPM terlalu rendah atau tidak stabil, mesin akan mengalami gangguan seperti brebet atau bahkan mati mendadak.

Filter udara yang kotor atau tersumbat bisa menghambat aliran udara yang masuk ke ruang pembakaran. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal, sehingga pembakaran tidak sempurna. Kondisi ini membuat mobil brebet terutama saat RPM rendah karena mesin membutuhkan suplai udara yang cukup untuk beroperasi optimal.
Solusinya cukup sederhana, Anda perlu membersihkan atau mengganti filter udara secara berkala sesuai jadwal perawatan kendaraan. Biasanya filter udara perlu diganti setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer, tergantung kondisi jalan yang sering dilalui.
Busi adalah komponen krusial dalam proses pembakaran. Jika busi sudah aus, kotor, atau celahnya tidak tepat, percikan api yang dihasilkan tidak optimal. Hal ini menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan mobil jadi brebet, khususnya saat putaran mesin rendah.
Periksa kondisi busi secara rutin dan ganti sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya setiap 20.000 hingga 40.000 kilometer. Pastikan juga menggunakan busi dengan spesifikasi yang sesuai dengan kendaraan Anda.
Pada mobil dengan sistem injeksi, kondisi injector yang kotor atau tersumbat bisa menjadi biang keladi mobil brebet di RPM rendah. Injector yang tidak bersih akan menyemprotkan bahan bakar secara tidak merata, sehingga pembakaran menjadi tidak stabil.
Membersihkan injector bisa dilakukan dengan cara manual di bengkel atau menggunakan cairan pembersih injector yang dicampurkan ke tangki bahan bakar. Untuk hasil maksimal, disarankan melakukan pembersihan injector di bengkel resmi setiap 40.000 kilometer.
Throttle body adalah katup yang mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin. Jika komponen ini kotor karena penumpukan kerak dan kotoran, aliran udara akan terganggu. Dampaknya, mobil akan mengalami brebet saat RPM rendah karena suplai udara tidak stabil.
Pembersihan throttle body sebaiknya dilakukan setiap servis berkala. Proses pembersihan ini relatif mudah dan bisa membuat performa mesin kembali stabil.
Mobil modern dilengkapi berbagai sensor seperti MAP sensor, MAF sensor, atau TPS (Throttle Position Sensor). Jika salah satu sensor ini rusak atau kotor, ECU (Engine Control Unit) akan menerima data yang salah dan mengatur campuran bahan bakar dan udara secara tidak tepat. Kondisi ini membuat mobil brebet terutama di putaran mesin rendah.
Diagnosa sensor biasanya memerlukan alat scanner khusus, jadi sebaiknya dibawa ke bengkel yang memiliki peralatan lengkap.
Pompa bahan bakar yang sudah lemah tidak mampu menyuplai bahan bakar dengan tekanan yang cukup, terutama saat mesin membutuhkan pasokan ekstra. Akibatnya, mesin kekurangan bahan bakar dan menjadi brebet saat RPM rendah.
Jika fuel pump bermasalah, biasanya perlu diganti karena komponen ini jarang bisa diperbaiki. Pastikan menggunakan spare part berkualitas untuk menghindari masalah berulang.
Sistem pengapian yang bermasalah, baik dari kabel busi yang bocor atau koil yang rusak, akan menyebabkan api yang dihasilkan tidak maksimal. Ini membuat pembakaran tidak sempurna dan mobil mengalami brebet.
Periksa kondisi kabel busi apakah ada yang retak atau bocor, dan pastikan koil berfungsi dengan baik. Penggantian komponen ini relatif terjangkau dan bisa langsung mengatasi masalah brebet.
Ya, mobil yang brebet di RPM rendah sebaiknya segera diperiksa karena bisa mengindikasikan masalah pada sistem pembakaran atau bahan bakar. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan lebih serius pada komponen mesin.
Biaya perbaikan sangat bervariasi tergantung penyebabnya. Mulai dari ratusan ribu untuk penggantian filter udara atau busi, hingga jutaan rupiah jika harus mengganti fuel pump atau sensor tertentu.
Sangat mungkin. BBM dengan oktan rendah atau yang sudah tercampur air bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan membuat mobil brebet, terutama di putaran rendah.
Mobil brebet di RPM rendah memang masalah yang cukup umum, tapi tidak boleh diabaikan. Dari pembahasan di atas, kita tahu bahwa penyebabnya bisa beragam, mulai dari komponen sederhana seperti filter udara dan busi, hingga masalah yang lebih kompleks seperti sensor atau fuel pump. Kunci utamanya adalah melakukan perawatan berkala dan segera memeriksakan mobil ke bengkel jika gejala brebet muncul.
Kalau Anda sedang membutuhkan mobil dalam kondisi prima tanpa khawatir masalah teknis seperti brebet, pertimbangkan untuk sewa mobil di Harent. Semua armada kami selalu dalam kondisi terawat dan siap menemani perjalanan Anda dengan nyaman. Hubungi Harent sekarang dan nikmati pengalaman berkendara tanpa kendala!
Saat ini belum ada komentar