
Belakangan ini, banyak yang bertanya-tanya kenapa mobil hybrid atau HEV (Hybrid Electric Vehicle) lebih rentan mengalami kerusakan saat melewati banjir. Padahal, mobil konvensional dengan mesin bensin biasa terlihat lebih tahan. Ternyata, ada alasan mobil HEV Mogok secara teknis yang cukup masuk akal di balik fenomena ini.
Masalah utamanya terletak pada posisi komponen vital mobil HEV yang memang berada di lokasi lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Sistem hybrid mengandalkan baterai berkapasitas besar, inverter, dan motor listrik yang umumnya ditempatkan di bagian bawah kendaraan untuk menjaga keseimbangan dan pusat gravitasi.
Ketika mobil HEV menerjang genangan air yang cukup tinggi, komponen-komponen elektronik sensitif ini langsung terpapar air. Berbeda dengan mesin bensin konvensional yang komponen kritisnya seperti air intake berada di posisi lebih tinggi, unit HEV punya risiko lebih besar mengalami korsleting atau kerusakan permanen pada sistem kelistrikannya.
Beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian khusus pada mobil HEV meliputi:

Pabrikan mobil hybrid biasanya memberikan panduan bahwa ketinggian air yang aman untuk dilalui sekitar 15-20 cm, bahkan lebih rendah dari mobil konvensional yang bisa mencapai 30-40 cm. Angka ini tentu saja tergantung dari desain spesifik setiap model.

Namun perlu diingat, bahkan di ketinggian yang dianggap aman, menerjang banjir dengan kecepatan tinggi bisa menciptakan gelombang yang justru membasahi komponen lebih tinggi. Air juga bisa masuk melalui ventilasi atau celah-celah kecil yang tidak terlihat.
Jika terlanjur melewati genangan dan mobil HEV Anda terendam, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan:

Ya, mobil hybrid berpotensi lebih berbahaya karena menggunakan baterai bertegangan tinggi. Jika terendam, ada risiko korsleting yang bisa menyebabkan kebakaran atau sengatan listrik.
Biaya perbaikan sangat bervariasi tergantung komponen yang rusak. Penggantian baterai hybrid saja bisa mencapai 50-150 juta rupiah, belum termasuk inverter dan komponen lainnya.
Asuransi comprehensive umumnya menanggung kerusakan akibat banjir, namun ada ketentuan khusus. Pastikan Anda membaca polis dengan teliti dan melaporkan klaim sesegera mungkin.
Hindari melewati genangan air yang tingginya tidak bisa Anda pastikan. Cari rute alternatif dan parkir di tempat yang lebih tinggi saat hujan deras. Pertimbangkan untuk tidak menggunakan kendaraan saat banjir melanda.
Memahami risiko mobil HEV mogok saat menghadapi banjir sangat penting bagi pemiliknya. Posisi komponen vital yang rendah membuat unit HEV memang lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan mobil konvensional. Kehati-hatian ekstra diperlukan, terutama saat musim hujan.
Jika Anda khawatir tentang risiko ini atau sedang mempertimbangkan mobilitas yang lebih fleksibel sesuai kondisi cuaca, sewa mobil bisa jadi solusi praktis. Harent menyediakan berbagai pilihan kendaraan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, termasuk mobil konvensional yang lebih tahan banjir untuk kondisi tertentu. Dengan armada terawat dan layanan profesional, Harent siap menjadi partner mobilitas Anda dalam segala situasi. Hubungi Harent sekarang dan temukan solusi transportasi yang tepat untuk setiap kebutuhan Anda!
Saat ini belum ada komentar