
Ketika berbicara tentang perbedaan truk 6 roda, 10 roda, dan 4×4, banyak orang sering bingung menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Tidak sedikit perusahaan logistik, kontraktor, hingga pelaku usaha distribusi skala kecil bertanya-tanya: “Apakah saya butuh truk 6 roda? Atau lebih baik langsung truk 10 roda? Bagaimana dengan truk 4×4 yang katanya tangguh di medan berat?”
Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan mendasar ketiga jenis truk tersebut—bukan hanya dari sisi jumlah rodanya, tetapi juga fungsi, kapasitas, dan medan yang cocok. Dengan begitu, Anda tidak salah memilih armada yang berimbas pada efisiensi biaya operasional.
Dalam dunia transportasi, salah pilih jenis truk bisa membuat biaya membengkak. Misalnya, Anda hanya perlu mengirim barang ringan ke perkotaan, tetapi menggunakan truk 10 roda hasilnya boros bahan bakar dan tidak efisien. Sebaliknya, proyek konstruksi di area tambang jelas tidak bisa mengandalkan truk 6 roda standar karena kapasitas dan ketahanannya terbatas.
Dengan memahami bedanya truk 6 roda, 10 roda, dan 4×4, Anda bisa menyesuaikan kebutuhan transportasi dengan tepat, sehingga investasi maupun biaya sewa kendaraan lebih terarah.

Truk 6 roda sering disebut juga sebagai truk medium duty. Sesuai namanya, truk ini memiliki dua roda depan dan empat roda belakang (total 6 roda).
Truk 6 roda adalah pilihan “tengah” bagi banyak perusahaan—cukup kuat, tetapi tidak seberat truk besar.

Bagi yang membutuhkan daya angkut lebih masif, truk 10 roda adalah jawabannya. Truk ini biasanya memiliki konfigurasi dua roda depan dan delapan roda belakang.
Meski unggul dari sisi kapasitas, truk 10 roda juga punya keterbatasan: tidak bisa leluasa melintasi jalan kecil, konsumsi BBM lebih tinggi, serta membutuhkan sopir berpengalaman.

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, truk 4×4 bukan diidentifikasi dari jumlah rodanya, melainkan dari sistem penggerak roda. Istilah 4×4 berarti keempat rodanya mendapat tenaga dari mesin, sehingga traksi lebih kuat di berbagai medan.
Truk 4×4 mungkin tidak bisa menyaingi kapasitas muatan truk 10 roda, tetapi unggul dalam mobilitas di medan ekstrem yang mustahil dilewati kendaraan biasa.
| Jenis Truk | Kapasitas Muatan | Medan yang Cocok | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|
| 6 Roda | 5–7 ton | Jalan kota & antar kota | Hemat BBM, fleksibel | Tidak cocok untuk beban berat |
| 10 Roda | Hingga 20 ton | Proyek, industri besar | Kapasitas sangat besar | Boros BBM, butuh ruang jalan lebar |
| 4×4 | 3–5 ton | Medan off-road | Tangguh di segala medan | Kapasitas terbatas dibanding truk besar |
Dari pembahasan di atas, jelas bahwa yang membedakan truk 6 roda, 10 roda, dan 4×4 terletak pada kapasitas muatan, medan yang bisa dilalui, hingga efisiensi penggunaan.
Memahami karakteristik tiap jenis truk akan membantu Anda menghindari pemborosan, sekaligus memastikan kegiatan distribusi berjalan lancar.
Dan jika Anda membutuhkan solusi transportasi yang tepat, baik untuk distribusi logistik, proyek, maupun kebutuhan khusus, Harent siap menyediakan layanan sewa truk yang sesuai kebutuhan Anda mulai dari 6 roda, 10 roda, hingga kendaraan tangguh 4×4. Dengan armada terawat dan sopir berpengalaman, Anda bisa fokus pada bisnis, tanpa repot memikirkan kendaraan.
Saat ini belum ada komentar