
Air biasa atau air keran memang terlihat jernih dan bersih. Tapi apakah aman digunakan untuk radiator mobil Anda? Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika Anda dalam kondisi darurat dan coolant habis di tengah perjalanan. Sebelum memutuskan mengisi radiator dengan air keran, ada baiknya Anda memahami risiko yang mengintai sistem pendingin kendaraan Anda.
Banyak orang beranggapan bahwa air adalah air, tidak ada bedanya. Padahal, komposisi air keran sangat berbeda dengan cairan pendingin khusus radiator. Air keran mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, dan berbagai zat terlarut lainnya yang bisa menimbulkan masalah serius pada sistem pendingin mobil.
Ketika air biasa digunakan dalam radiator, mineral-mineral tersebut akan mengendap dan membentuk kerak. Bayangkan seperti kerak yang menempel di dalam teko listrik Anda setelah dipakai berbulan-bulan. Hal serupa terjadi di dalam radiator, hanya saja dampaknya jauh lebih merugikan.
Kerak yang menumpuk akan menyumbat saluran-saluran kecil di dalam radiator dan mesin. Akibatnya, sirkulasi cairan pendingin terganggu, efisiensi pendinginan menurun drastis, dan mesin berisiko mengalami overheat. Dalam kasus terburuk, mesin bisa mengalami kerusakan permanen yang membutuhkan biaya perbaikan sangat mahal.

Selain masalah kerak, air keran juga memicu korosi atau karat pada komponen logam di sistem pendingin. Radiator, water pump, thermostat, dan bagian mesin lainnya terbuat dari berbagai jenis logam yang rentan terhadap reaksi kimia dengan air biasa.
Air keran memiliki pH yang bervariasi dan tidak stabil. Kondisi ini mempercepat proses oksidasi pada logam, menyebabkan karat terbentuk lebih cepat. Korosi tidak hanya merusak komponen, tetapi juga menghasilkan partikel-partikel kecil yang ikut tersirkulasi dan mengikis permukaan komponen lain.
Berbeda dengan air biasa, coolant atau cairan pendingin khusus mengandung inhibitor korosi yang melindungi komponen logam. Cairan ini juga memiliki pH yang stabil dan telah diformulasikan khusus untuk bekerja optimal dalam kondisi suhu ekstrem.

Coolant bukan sekadar air berwarna hijau atau merah. Cairan pendingin ini mengandung ethylene glycol atau propylene glycol yang memiliki titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dibanding air biasa. Artinya, coolant tetap efektif bekerja baik dalam cuaca panas ekstrem maupun dingin.
Air biasa mendidih pada suhu 100 derajat Celsius. Sementara coolant bisa bertahan hingga suhu 120 derajat Celsius atau lebih. Ini sangat penting karena mesin mobil modern beroperasi pada suhu tinggi untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Selain itu, coolant mengandung aditif pelumas yang melindungi water pump dan memastikan sirkulasi berjalan lancar. Air keran tidak memiliki sifat pelumas ini, sehingga water pump bekerja lebih keras dan lebih cepat aus.
Memang ada kalanya Anda terpaksa menggunakan air keran, misalnya ketika radiator bocor di jalan dan coolant habis. Dalam kondisi darurat seperti ini, air keran bisa menjadi solusi sementara untuk sampai ke bengkel terdekat.
Namun perlu diingat, ini hanya solusi darurat jangka pendek. Segera setelah mencapai bengkel, sistem pendingin harus dikuras total dan diisi dengan coolant yang tepat. Jangan biarkan air keran bertahan lama di dalam radiator karena kerusakan sudah mulai terjadi sejak jam pertama penggunaan.
Jika kondisi memaksa menggunakan air biasa, sebisa mungkin gunakan air mineral atau air suling yang lebih bersih dari mineral dibanding air keran. Meski tetap bukan pilihan ideal, setidaknya kandungan mineralnya lebih rendah.

Mengganti coolant secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan jauh lebih murah dibanding memperbaiki radiator rusak atau mesin overheat. Coolant berkualitas dijual dengan harga terjangkau, dan investasi kecil ini bisa menghemat jutaan rupiah biaya perbaikan di kemudian hari.
Kerusakan akibat penggunaan air keran bersifat progresif. Anda mungkin tidak merasakan dampaknya dalam seminggu atau sebulan, tetapi kerak dan korosi terus berkembang diam-diam. Ketika masalah mulai terlihat, kerusakan sudah cukup parah dan biaya perbaikan membengkak.
Gunakan selalu coolant sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan Anda. Jangan tergiur harga murah dan menggunakan produk sembarangan. Periksa level coolant secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh.
Lakukan flushing atau pembilasan sistem pendingin sesuai jadwal yang direkomendasikan, biasanya setiap 40.000 kilometer atau dua tahun sekali. Proses ini membersihkan endapan dan kotoran yang mungkin sudah terbentuk.
Perhatikan juga kondisi selang radiator, tutup radiator, dan water pump. Komponen-komponen ini perlu diperiksa dan diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda keausan. Sistem pendingin yang sehat adalah kunci performa mesin yang optimal.
Refrensi artikel : JBA
Air biasa atau air keran memang tidak aman untuk radiator dalam penggunaan jangka panjang. Kandungan mineral dan pH yang tidak stabil bisa menyebabkan kerak, korosi, dan berbagai kerusakan pada sistem pendingin. Coolant adalah pilihan yang tepat karena telah diformulasikan khusus untuk melindungi mesin dari suhu ekstrem sekaligus mencegah korosi.
Merawat mobil memang membutuhkan perhatian dan biaya perawatan rutin. Namun jika Anda lebih memilih kemudahan tanpa repot memikirkan perawatan kendaraan, sewa mobil di Harent bisa menjadi solusi cerdas. Dengan armada terawat dan layanan profesional, Anda bisa menikmati berkendara tanpa khawatir masalah teknis. Harent memastikan setiap kendaraan dalam kondisi prima, termasuk sistem pendingin yang selalu menggunakan coolant berkualitas. Hubungi Harent sekarang dan rasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan bebas masalah!
Saat ini belum ada komentar