menu expand_more
search
close

Hotline
(021) 56977708

Whatsapp
081119027888

Kantor Pusat
Jl. Raya Daan Mogo..

Beranda » Kendaraan » Bukan Lagi Sekadar Tren, Mobil Listrik Kini Kuasai 16% Pasar Indonesia

Bukan Lagi Sekadar Tren, Mobil Listrik Kini Kuasai 16% Pasar Indonesia

  • account_circle
  • calendar_month 22 September 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar

Beberapa tahun lalu, mobil listrik masih cukup jarang terlihat di jalan. Pilihannya terbatas, harganya relatif tinggi, dan charging station belum sebanyak sekarang.

Memasuki 2026, situasinya berubah cukup cepat.

image 41

Data GAIKINDO menunjukkan pangsa mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) sudah mencapai 15,6% pada Maret 2026. Artinya, porsinya sudah mendekati 16% dari pasar mobil baru nasional.

Sederhananya:

Hampir 1 dari setiap 6 mobil baru yang didistribusikan di Indonesia sudah berupa mobil listrik murni.

Dan angka tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik mulai bergerak dari pasar khusus menuju bagian penting industri otomotif Indonesia.

Dari 0,1% Menjadi Hampir 16% dalam Beberapa Tahun

Pertumbuhannya makin terlihat kalau kita mundur beberapa tahun.

PeriodePangsa Pasar BEV
20210,1%
Akhir 202512,9%
Maret 202615,6%

Dalam periode awal 2026 yang dibandingkan GAIKINDO, volume BEV bahkan meningkat 96% menjadi 33.146 unit, sementara pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan hanya sekitar 1,7%.

Jadi peningkatan mobil listrik bukan sekadar karena pasar mobil secara keseluruhan sedang naik.

EV memang sedang mengambil porsi pasar yang semakin besar.

Kenapa Mobil Listrik Bisa Tumbuh Secepat Ini?

Jawabannya bukan cuma karena masyarakat mulai peduli lingkungan.

Ada perubahan besar dari sisi produknya.

Pilihan mobil listrik sekarang jauh lebih beragam. Konsumen sudah bisa menemukan city car, SUV, hingga MPV listrik untuk kebutuhan keluarga.

Persaingan harga juga semakin ketat. GAIKINDO mencatat pasar EV nasional pada awal 2026 sudah sekitar 15%, naik berkali-kali lipat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang disebut mendorong pertumbuhan adalah semakin kompetitifnya harga, bertambahnya infrastruktur pengisian daya, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Pilihannya Sekarang Nggak Cuma City Car

image 42

Perubahan lain yang menarik adalah tipe kendaraan listrik yang diminati masyarakat.

Pada Maret 2026 misalnya, daftar BEV dengan distribusi wholesales tertinggi tidak hanya diisi mobil kecil. Ada Jaecoo J5, BYD M6, BYD Sealion 07, Geely EX2 hingga Denza D9.

Ini menunjukkan pasar mulai mempunyai pilihan untuk berbagai kebutuhan.

Tapi Mobil Listrik Belum Tanpa Tantangan

Pertumbuhan tinggi bukan berarti transisi ke mobil listrik sudah selesai.

Salah satu hal penting tetap infrastruktur pengisian baterai, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh atau di daerah dengan fasilitas charging yang belum merata.

Selain itu, industri juga sedang memasuki fase berikutnya: bukan cuma menjual EV di Indonesia, tetapi meningkatkan produksi dan komponen lokal.

Dalam peta jalan yang dibahas GAIKINDO, target TKDN kendaraan listrik minimal 40% pada 2026, kemudian meningkat menjadi 60% pada 2027–2028.

Artinya, persaingan mobil listrik Indonesia ke depan bukan cuma soal:

“Siapa yang paling banyak menjual mobil?”

Tetapi juga:

“Siapa yang benar-benar membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia?”

image 43

Lalu, Apakah Mobil Bensin Akan Langsung Tergeser?

Belum tentu secepat itu.

Data GAIKINDO memang menunjukkan porsi kendaraan bermesin konvensional turun dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% pada 2025, lalu sekitar 75% pada Maret 2026. Di saat yang sama, porsi BEV terus meningkat.

Tetapi kebutuhan kendaraan setiap orang dan perusahaan berbeda.

Ada yang lebih cocok menggunakan BEV untuk mobilitas perkotaan. Ada yang memilih hybrid. Ada juga kebutuhan operasional tertentu yang masih lebih praktis menggunakan kendaraan konvensional.

Jadi yang sedang terjadi bukan sekadar “mobil listrik menggantikan mobil bensin.”

Lebih tepatnya, pilihan kendaraan di Indonesia sedang berubah semakin beragam.

Apakah Mobil Listrik Cocok untuk Kendaraan Operasional Perusahaan?

Pertumbuhan mobil listrik juga membuka pilihan baru bagi perusahaan dalam menentukan kendaraan operasional.

Terutama untuk kendaraan yang aktivitas hariannya relatif terprediksi, misalnya:

Kantor → Meeting → Kunjungan Klien → Kantor

atau

Kantor → Operasional Dalam Kota → Kembali ke Pool

Dalam pola perjalanan seperti ini, kendaraan listrik berpotensi menarik karena rute dan jarak tempuh hariannya lebih mudah diperhitungkan.

Namun, bukan berarti setiap kendaraan operasional perusahaan harus langsung diganti menjadi EV.

Sebelum Beralih ke Mobil Listrik, Perusahaan Perlu Hitung Ini

Harga kendaraan bukan satu-satunya pertimbangan.

Untuk penggunaan operasional, perusahaan juga perlu melihat total kebutuhan kendaraan selama digunakan, mulai dari jarak tempuh harian, lokasi operasional, ketersediaan charging, biaya perawatan hingga durasi penggunaan armada.

Misalnya, kendaraan yang mayoritas digunakan di Jabodetabek tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan kendaraan yang rutin melakukan perjalanan antarkota.

Karena itu, keputusan armada sebaiknya dimulai dari satu pertanyaan sederhana:

Kendaraan ini sebenarnya akan digunakan untuk apa?

Baru setelah itu perusahaan dapat menentukan teknologi dan jenis kendaraan yang paling sesuai.

Mobil Bensin, Hybrid atau Listrik? Tergantung Kebutuhannya

Tidak ada satu jenis kendaraan yang otomatis cocok untuk seluruh kebutuhan perusahaan.

Kebutuhan OperasionalHal yang Perlu Dipertimbangkan
Mobilitas dalam kotaJarak harian dan efisiensi
Perjalanan antarkotaJangkauan dan akses pengisian/BBM
Kendaraan manajemenKenyamanan dan kebutuhan penggunaan
Operasional lapanganKetahanan dan fleksibilitas rute
Armada perusahaanBiaya dan pengelolaan jangka panjang

Harent untuk Kebutuhan Kendaraan Operasional Perusahaan

Hartono Rent Car menyediakan solusi rental kendaraan jangka panjang untuk perusahaan, dengan pilihan kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Mulai dari kendaraan untuk aktivitas karyawan dan manajemen hingga kebutuhan armada operasional perusahaan.

Jadi sebelum menentukan kendaraan yang akan digunakan—baik mengikuti perkembangan teknologi terbaru maupun tetap menggunakan kendaraan yang sudah terbukti sesuai kebutuhan—perusahaan dapat memulainya dengan mengidentifikasi pola operasional dan kebutuhan armada terlebih dahulu.

→ Konsultasikan Kebutuhan Kendaraan Perusahaan

FAQ Seputar Mobil Listrik di Indonesia

1. Berapa persen pengguna mobil listrik di Indonesia pada 2026?

Jika mengacu pada pasar mobil baru, pangsa mobil listrik murni atau BEV sudah berada di kisaran 16% pada 2026 berdasarkan data wholesales GAIKINDO. Angka ini menggambarkan distribusi kendaraan baru, bukan berarti 16% dari seluruh mobil yang sudah beredar di Indonesia adalah mobil listrik.

2. Berapa harga mobil listrik termurah di Indonesia?

Harga mobil listrik di Indonesia semakin beragam dan beberapa model sudah masuk ke segmen yang lebih terjangkau. Karena harga dapat berubah akibat promo, varian, serta kebijakan produsen, sebaiknya cek harga terbaru dari masing-masing merek sebelum membeli.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk charge mobil listrik?

Waktu pengisian baterai tergantung kapasitas baterai, kemampuan mobil, serta jenis charger yang digunakan. DC fast charging umumnya jauh lebih cepat dibanding AC charging di rumah, tetapi setiap model memiliki kemampuan pengisian yang berbeda.

4. Berapa jarak tempuh mobil listrik sekali charge?

Jarak tempuh berbeda untuk setiap model. Kapasitas baterai, kecepatan, kondisi jalan, penggunaan AC, jumlah penumpang, dan gaya berkendara dapat memengaruhi jarak yang bisa ditempuh dalam sekali pengisian.

5. Apakah biaya perawatan mobil listrik lebih murah dari mobil bensin?

Mobil listrik memiliki komponen penggerak yang berbeda dan tidak membutuhkan beberapa perawatan rutin mesin pembakaran seperti penggantian oli mesin. Namun pemilik tetap perlu memperhitungkan ban, sistem pengereman, baterai, pendingin pada model tertentu, serta komponen lainnya.

6. Berapa lama baterai mobil listrik bisa bertahan?

Umur baterai mobil listrik tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua kendaraan. Ketahanannya dipengaruhi teknologi baterai, pola charging, suhu, penggunaan kendaraan dan sistem manajemen baterai. Karena itu, garansi baterai dari produsen juga penting diperhatikan saat memilih EV.

7. Apa kekurangan mobil listrik untuk perjalanan jauh?

Hal yang perlu diperhitungkan adalah jarak tempuh dan ketersediaan charging station di sepanjang rute. Perjalanan jauh dengan EV tetap memungkinkan, tetapi membutuhkan perencanaan lokasi dan waktu pengisian baterai yang lebih matang dibanding perjalanan menggunakan kendaraan berbahan bakar konvensional.

8. Apakah mobil listrik cocok untuk kendaraan operasional perusahaan?

Bisa, terutama jika kendaraan memiliki rute dan jarak tempuh harian yang relatif terprediksi. Perusahaan tetap perlu menghitung kebutuhan charging, jarak operasional, utilisasi kendaraan, biaya, dan karakteristik pekerjaan sebelum menentukan jenis armada.

Bagikan

commentKomentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terbaik untuk Anda

rental-mobil-camry

Toyota Camry

  • auto_transmission CVT
  • calendar_month 2022
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 4 Kursi
Rp 1,7jtRp 1,5jt/12 jam
rental-sewa-mobil-fortuner

Fortuner VRZ

  • auto_transmission CVT
  • calendar_month 2022
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 7 Kursi
Rp 1,5jtRp 1,3jt/12 jam
voxy

Voxy

  • auto_transmission CVT
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 7 Kursi
Rp 1,6jtRp 1,5jt/12 jam
rental-mobil-pajero

Pajero Sport

  • auto_transmission Manual
  • calendar_month 2021
  • local_gas_station Solar
  • airline_seat_recline_extra 7 Kursi
Rp 1,5jtRp 1,3jt/12 jam
honda crv

Honda CRV

  • auto_transmission Automatic
  • calendar_month 2022
  • local_gas_station Bensin
  • airline_seat_recline_extra 4 Kursi
Rp 1,7jtRp 1,5jt/12 jam