Gunung erupsi menjadi perhatian setelah enam gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi dalam waktu berdekatan pada 31 Agustus 2026. Enam gunung tersebut adalah Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung. Meski terjadi pada hari yang sama, PVMBG menegaskan bahwa aktivitas erupsi tersebut tidak saling memicu karena setiap gunung memiliki sistem vulkaniknya masing-masing.
Kondisi ini tentu bisa menimbulkan pertanyaan bagi kamu yang sudah memiliki rencana perjalanan. Apakah masih aman untuk traveling? Apakah perjalanan harus dibatalkan? Atau cukup menghindari kawasan tertentu?
Tidak semua perjalanan harus otomatis dibatalkan. Hal terpenting adalah mengetahui kondisi terkini, memperhatikan zona bahaya, serta mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang sebelum berangkat.
6 Gunung Api yang Erupsi dalam Waktu Berdekatan
Berdasarkan keterangan PVMBG yang diberitakan ANTARA, enam gunung api yang mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026 adalah:
Gunung Ibu – Maluku Utara
Gunung Semeru – Jawa Timur
Gunung Lewotobi Laki-laki – Nusa Tenggara Timur
Gunung Ili Lewotolok – Nusa Tenggara Timur
Gunung Anak Krakatau – Selat Sunda
Gunung Sinabung – Sumatera Utara
Fenomena beberapa gunung erupsi pada waktu berdekatan bukan berarti aktivitas satu gunung menyebabkan gunung lainnya ikut erupsi. Menurut PVMBG, masing-masing memiliki sistem vulkanik sendiri.
Karena kondisi gunung api dapat berubah, informasi status dan rekomendasi keselamatan sebaiknya selalu diperiksa kembali menjelang perjalanan.
Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Penerbangan
Dampak gunung erupsi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api. Sebaran abu vulkanik juga dapat memengaruhi perjalanan dalam jarak yang cukup jauh, termasuk operasional penerbangan.
Contohnya terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kementerian Perhubungan mencatat delapan bandara terdampak abu vulkanik harus ditutup sementara, dan penutupannya diperpanjang hingga 7 September 2026 karena pertimbangan keselamatan penerbangan.
Delapan bandara tersebut adalah:
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang
Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
Bandara Radin Inten II, Lampung
Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan
Penutupan bandara dilakukan bukan sekadar karena erupsi terjadi, melainkan karena sebaran abu vulkanik di ruang udara dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Kementerian Perhubungan menyatakan bandara tidak akan dipaksakan beroperasi selama kondisi abu vulkanik masih dinilai berisiko.
Dampaknya terhadap perjalanan juga cukup besar. Laporan terbaru menyebut gangguan akibat abu vulkanik Anak Krakatau telah berdampak pada lebih dari 2.300 penerbangan dan sekitar 270 ribu penumpang.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api yang lokasinya jauh dari destinasi sekalipun tetap dapat memengaruhi rencana perjalanan. Karena arah dan penyebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, traveler perlu memantau informasi penerbangan, kondisi transportasi, serta pengumuman resmi sebelum berangkat.
Untuk informasi terbaru terkait operasional transportasi, kamu juga dapat memantau pengumuman resmi dari Kementerian Perhubungan RI.
Apakah Gunung Erupsi Bisa Mengganggu Perjalanan?
Bisa. Bahkan dampaknya tidak selalu terbatas pada kawasan yang berada dekat dengan gunung api.
Seperti yang terjadi pada erupsi Anak Krakatau, abu vulkanik dapat menyebar ke ruang udara dan menyebabkan gangguan transportasi hingga penutupan sementara bandara. Untuk perjalanan darat, kondisi tertentu juga dapat memicu pembatasan akses, penutupan jalur, atau perubahan rute di kawasan terdampak.
Karena itu, keputusan untuk tetap melakukan perjalanan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan jarak destinasi dari gunung. Status gunung, zona bahaya, arah sebaran abu, kondisi transportasi, dan rekomendasi resmi perlu diperiksa terlebih dahulu.
5 Tips Aman Traveling di Tengah Aktivitas Vulkanik
1. Cek Status Gunung Sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan, cari tahu kondisi gunung api yang berada di sekitar destinasi maupun rute yang akan dilewati.
Jangan hanya mengandalkan unggahan media sosial karena informasi bisa terlambat atau kehilangan konteks. Gunakan informasi dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia untuk melihat perkembangan aktivitas gunung api dan rekomendasi resminya.
Kalau status atau rekomendasi berubah menjelang keberangkatan, pertimbangkan kembali rencana perjalanan.
2. Pastikan Destinasi Tidak Berada di Zona Bahaya
Melihat gunung dari kejauhan bukan berarti seluruh wilayah di sekitarnya berbahaya. Sebaliknya, kondisi yang terlihat tenang juga bukan jaminan suatu kawasan aman dimasuki.
Perhatikan radius bahaya dan rekomendasi resmi untuk masing-masing gunung.
Jangan memasuki area yang telah dilarang hanya demi mengejar spot foto atau konten. Jika tempat wisata berada di kawasan yang dibatasi sementara, cari destinasi alternatif yang berada di luar zona terdampak.
3. Pantau Kondisi Transportasi dan Rute
Ini penting terutama untuk perjalanan antarkota.
Aktivitas gunung erupsi dapat memengaruhi kondisi perjalanan apabila terjadi hujan abu, penutupan jalan atau pembatasan aktivitas di wilayah tertentu.
Sebelum berangkat, cek:
kondisi jalan menuju destinasi,
informasi penutupan atau pengalihan rute,
kondisi transportasi yang digunakan,
serta rute alternatif apabila jalur utama tidak dapat dilewati.
Untuk road trip, jangan memaksakan melewati jalur yang sudah mendapatkan pembatasan dari petugas.
4. Siapkan Perlengkapan untuk Kondisi Darurat
Kalau perjalanan tetap dilakukan dan rutenya berpotensi terdampak abu vulkanik, ada beberapa perlengkapan sederhana yang sebaiknya tersedia.
Masker menjadi salah satu yang paling penting. Kamu juga bisa menyiapkan kacamata pelindung, air minum, obat-obatan pribadi, power bank, serta pakaian yang dapat melindungi kulit.
Simpan juga dokumen perjalanan dan barang elektronik di tempat yang terlindungi.
Persiapan kecil seperti ini akan jauh lebih membantu apabila kondisi perjalanan berubah secara tiba-tiba.
5. Ikuti Arahan Resmi, Jangan Memaksakan Perjalanan
Ini yang paling penting.
Jika PVMBG, BPBD, pemerintah daerah atau petugas di lapangan meminta masyarakat menjauhi kawasan tertentu, ikuti arahan tersebut.
Jadwal liburan masih bisa diubah. Destinasi juga masih bisa diganti.
Keselamatan tetap harus menjadi prioritas dibanding memaksakan itinerary yang sudah dibuat sebelumnya.
Jika kondisi tidak memungkinkan, ubah rute, pilih destinasi lain, tunda perjalanan atau ikuti instruksi evakuasi apabila memang diperlukan.
Perjalanan Tetap Aman? Pertimbangkan Transportasi yang Lebih Fleksibel
Jika kondisi destinasi dinyatakan aman dan perjalanan tetap dapat dilakukan, perubahan situasi di tengah perjalanan tetap perlu diantisipasi. Kondisi jalan, pengalihan rute, hingga perubahan itinerary bisa saja terjadi, terutama ketika perjalanan melewati beberapa kota atau daerah.
Untuk perjalanan bersama keluarga, rombongan, maupun perjalanan dinas, menggunakan kendaraan dengan driver bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Kamu tidak perlu bergantian menyetir dan dapat lebih fokus memantau informasi perjalanan serta menyesuaikan rute apabila diperlukan.
Harent menyediakan layanan sewa mobil dengan driver untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari perjalanan pribadi, keluarga, rombongan hingga kebutuhan perusahaan.
Pilihan kendaraan juga dapat disesuaikan dengan jumlah penumpang dan kebutuhan perjalanan, mulai dari MPV hingga kendaraan berkapasitas lebih besar seperti Toyota Hiace.
Yang terpenting, layanan transportasi tetap harus mengikuti arahan petugas dan ketentuan keselamatan yang berlaku. Driver maupun kendaraan tidak boleh digunakan untuk memasuki zona bahaya, menerobos penutupan jalan, atau mengabaikan rekomendasi resmi ketika terjadi gunung erupsi.
Rencana Perjalanan Berubah? Jangan Buru-Buru Panik
Perubahan rencana saat traveling memang merepotkan, apalagi jika bepergian bersama banyak orang. Karena itu, sebelum berangkat sebaiknya siapkan rencana utama dan rencana alternatif.
Jika penerbangan atau transportasi lain mengalami gangguan, jangan langsung memaksakan perjalanan darat tanpa mengecek kondisi rute. Pastikan jalur yang akan digunakan memang aman dan tidak termasuk dalam wilayah yang mendapatkan pembatasan.
Apabila perjalanan darat masih memungkinkan berdasarkan informasi resmi, kamu dapat menghubungi Harent untuk mendiskusikan kebutuhan kendaraan dan rute perjalanan yang sesuai.
FAQ Seputar Gunung Erupsi dan Perjalanan
1. Apakah aman traveling saat gunung erupsi?
Traveling saat gunung erupsi tidak selalu harus dibatalkan. Keamanan perjalanan bergantung pada lokasi tujuan, status aktivitas gunung, zona bahaya, kondisi rute, serta rekomendasi dari pihak berwenang. Jika destinasi berada di luar kawasan terdampak dan perjalanan masih diperbolehkan, tetap pantau informasi terbaru sebelum dan selama perjalanan.
2. Di mana bisa mengecek status gunung api terbaru?
Status dan aktivitas gunung api di Indonesia dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia dari PVMBG/Badan Geologi. Informasi resmi penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik dan rekomendasi keselamatan sebelum melakukan perjalanan.
3. Apakah gunung erupsi bisa menyebabkan penerbangan dibatalkan?
Bisa. Abu vulkanik dari gunung erupsi dapat mengganggu ruang udara dan membahayakan penerbangan. Dalam kondisi tertentu, penerbangan dapat ditunda atau dibatalkan dan bandara dapat ditutup sementara demi keselamatan. Karena itu, penumpang sebaiknya mengecek informasi dari maskapai dan otoritas terkait sebelum menuju bandara.
4. Apa yang harus dilakukan jika destinasi wisata berada dekat gunung yang sedang erupsi?
Periksa terlebih dahulu radius bahaya dan rekomendasi resmi. Jangan memasuki kawasan yang dilarang meskipun kondisi terlihat aman. Jika destinasi berada dalam zona yang terdampak gunung erupsi, pilih destinasi alternatif atau tunda perjalanan sampai pihak berwenang menyatakan kondisi memungkinkan.
5. Apa yang perlu dipersiapkan jika tetap melakukan perjalanan?
Selain mengecek status gunung dan kondisi rute, siapkan masker, air minum, obat pribadi, power bank, serta kebutuhan perjalanan lainnya. Buat juga rencana alternatif jika terjadi perubahan rute atau jadwal. Yang paling penting, selalu mengikuti arahan PVMBG, BPBD, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan.
Penutup
Fenomena beberapa gunung erupsi dalam waktu berdekatan menjadi pengingat bahwa kondisi alam dapat memengaruhi rencana perjalanan kapan saja. Bukan berarti seluruh perjalanan harus dibatalkan, tetapi informasi terbaru, persiapan, dan kepatuhan terhadap zona keselamatan harus menjadi prioritas.
Jika perjalanan tetap dinyatakan aman, rencanakan transportasi dan rute dengan baik agar perjalanan lebih fleksibel menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
Wisata Bandung 3 hari 2 malam bisa jadi pilihan pas buat kamu yang ingin kabur sebentar dari rutinitas tanpa harus mengambil cuti panjang. Dalam waktu tiga hari, kamu sudah bisa menikmati suasana kota Bandung, wisata alam, kuliner, sampai kawasan Lembang yang terkenal sejuk. Tapi jangan asal memasukkan banyak destinasi ke itinerary. Kalau lokasinya berjauhan, waktu […]
Tempat healing dekat Jakarta bisa jadi pilihan tepat kalau kamu butuh istirahat sejenak dari rutinitas tanpa harus mengambil cuti panjang atau menginap. Dalam waktu sekitar 1–3 jam perjalanan, ada banyak destinasi hijau, taman, dan tempat santai yang cocok dikunjungi bersama keluarga, pasangan, atau teman. Mulai dari kawasan Sentul yang sejuk, Bogor yang penuh ruang hijau, […]
Top Performing Vendor 2025 menjadi salah satu pencapaian penting bagi Hartono Rent Car (Harent) melalui PT Surya Darma Perkasa. Harent berhasil meraih 3rd Place Top Performing Vendor 2025 dari IFG Life sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas layanan, integritas, dan kemitraan yang telah terjalin. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa layanan transportasi perusahaan bukan hanya soal […]
Road trip Pangandaran menjadi pilihan favorit bagi keluarga, komunitas, hingga rombongan kantor yang ingin menikmati liburan bersama tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan perencanaan yang tepat, biaya perjalanan dapat ditekan mulai sekitar 100 ribuan per orang, terutama jika seluruh peserta menggunakan satu kendaraan. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan rekomendasi destinasi wisata Pangandaran, estimasi budget […]
Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus, menjelajahi destinasi sejarah surabaya adalah pilihan liburan yang paling tepat. Membawa keluarga menelusuri jejak perjuangan bangsa di “Kota Pahlawan” bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi visual yang tak ternilai bagi anak-anak. Namun, dengan cuaca Surabaya yang terkenal cukup terik dan lalu lintas yang padat saat […]
Mall kids friendly di JABODETABEK kini semakin banyak bermunculan, dan sebagai orang tua, pilihan ini jelas bikin weekend terasa jauh lebih mudah direncanakan. Tidak perlu repot-repot keluar kota hanya untuk melihat anak senang berlarian dan bermain sepuasnya. Cukup arahkan kemudi ke beberapa destinasi di bawah ini, dan hari libur keluarga kalian sudah terjamin menyenangkan. Artikel […]
Saat ini belum ada komentar