
Mobil warna merah sering ditilang polisi adalah salah satu mitos yang sudah beredar lama di kalangan pengendara. Bahkan, banyak yang sampai ragu memilih mobil merah karena takut jadi target operasi polisi. Tapi, apakah benar warna cat kendaraan bisa mempengaruhi peluang kamu kena tilang? Mari kita bedah fakta di balik anggapan ini.
Persepsi bahwa mobil merah lebih sering ditilang polisi ternyata bukan hanya berkembang di Indonesia. Di berbagai negara, mitos serupa juga beredar dengan berbagai versi cerita. Ada yang bilang mobil merah lebih mencolok sehingga mudah terlihat polisi. Ada pula yang mengatakan pemilik mobil merah cenderung lebih agresif dalam berkendara.
Psikologi warna memang menunjukkan bahwa merah adalah warna yang eye-catching dan sering diasosiasikan dengan energi, kecepatan, bahkan bahaya. Makanya tidak heran jika banyak mobil sport memilih warna merah sebagai identitas mereka. Dari sinilah kemudian terbentuk stereotip bahwa pengendara mobil merah adalah tipe orang yang suka ngebut.
Beberapa penelitian pernah dilakukan untuk menguji kebenaran mitos ini. Salah satu studi yang cukup terkenal dilakukan oleh perusahaan asuransi di Amerika Serikat. Hasilnya cukup mengejutkan karena tidak ada korelasi signifikan antara warna mobil dengan jumlah tilang yang diterima.
Data statistik menunjukkan bahwa faktor yang paling menentukan seseorang kena tilang adalah perilaku berkendara, bukan warna kendaraan. Kecepatan berlebih, tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar rambu lalu lintas, dan pelanggaran teknis lainnya adalah alasan utama polisi menilang pengendara.
Bahkan, beberapa penelitian justru menemukan bahwa mobil berwarna putih, perak, atau hitam yang merupakan warna paling populer di jalan raya memiliki angka tilang lebih tinggi. Namun ini bukan karena warnanya, melainkan karena jumlah mobil dengan warna tersebut memang lebih banyak di jalan.

Berdasarkan pengalaman para petugas lalu lintas, ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama saat mereka berpatroli. Pertama adalah perilaku berkendara yang mencurigakan atau melanggar aturan. Kedua adalah kelengkapan surat dan dokumen kendaraan. Ketiga adalah kondisi fisik kendaraan seperti lampu mati, pelat nomor tidak jelas, atau modifikasi ilegal.
Warna kendaraan sama sekali tidak masuk dalam checklist prioritas mereka. Polisi terlatih untuk mengidentifikasi pelanggaran berdasarkan tindakan, bukan penampilan. Jadi, apakah mobil kamu merah menyala, kuning mencolok, atau bahkan pink metalik, selama kamu tidak melanggar aturan, peluang kena tilang tetap sama.
Kalau bukan warna, lalu apa saja yang membuat seseorang lebih sering ditilang? Berikut ini beberapa faktor yang terbukti meningkatkan risiko:
Sekarang sudah jelas bahwa mitos mobil warna merah lebih sering ditilang tidak berdasar. Yang perlu kamu fokuskan adalah menjadi pengendara yang taat aturan. Berikut beberapa tips praktis:
Refrensi : Polri
Setelah mengupas tuntas fakta dan data yang ada, bisa kita simpulkan bahwa anggapan mobil warna merah lebih sering ditilang polisi hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti ilmiah atau statistik yang mendukung klaim ini. Yang benar-benar menentukan apakah kamu akan ditilang atau tidak adalah perilaku berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Jadi, jangan biarkan mitos ini menghalangi kamu memilih warna mobil favorit. Mau merah, biru, hijau, atau warna apa pun, yang penting adalah berkendara dengan aman dan bertanggung jawab.
Ngomong-ngomong soal mobil, kalau kamu butuh kendaraan untuk perjalanan bisnis atau liburan tapi belum punya, Harent siap jadi solusinya. Di Harent, kamu bisa sewa mobil dengan berbagai pilihan warna dan tipe sesuai kebutuhan. Semua unit terawat dengan baik, dilengkapi surat-surat lengkap, dan siap menemani perjalanan kamu tanpa khawatir kena tilang karena masalah administrasi. Pesan sekarang dan nikmati pengalaman berkendara yang nyaman dan aman bersama Harent!
Saat ini belum ada komentar